Puisi Sedih Yang Menyentuh Hati

Puisi Sedih Yang Menyentuh Hati, rasa sedih merupakan ekspresi perasaan didalam hati  ketika mendapatkan sesuatu hal dalam hidup seseorang yang sangat tidak sesuai dengan diharapkan ataupun yang tidak mau terjadi pada diri malah terjadi. dalam perjalanan hidup manusia pastilah semuanya pernah merasakan sedih cuma setiap orang beda-beda pembawaanya kalo hatinya lagi sedih, ada orang yang kelihatan banget dari mimik muka dan tingkah lakunya kalo dia sedang mendapatkan kesedihan cirinya salah satu cirinya seperti menangis, melamun, jadi temperamental dll, namun ada juga orang yang ketika mendapatkan kesedihan dia bisa menyembunyikannya tidak kelihatan pada tingkah lakunya, cuma tetap saja didalam hatinya perih menahan sakit, meski rasa sedih hal yang lumrah kita tidak boleh berlarut larut dalam kesedihan bahkan kita harus bisa sabar, tawakal dan dan tetap bersyukur apa pun yang terjadi, karena dibalik kesedihan ada Hikmah yang besar terkandung didalamnya.

Puisi Sedih Yang Menyentuh Hati merupakan puisi yang mencurahkan perasaan yang terluka yang dituangkan dalam tulisan yang puisi yang indah, sebagian orang bisa mengurangi rasa sedihnya dengan menulis ataupun membaca puisi sedih, nah dalam halaman ini web kata mutiara menyajikan Puisi Sedih yang teruntai dari kata kata sedih tapi bermakna pilihan untuk anda, hati-hati saja kalo membaca bisa bercucuran air mata, karena puisi ini bisa membawa pembacanya merasakan suasana kesedihan hati si pembuatnya, baiklah berikut beberapa Puisi Sedih Yang Menyentuh Hati selamat membaca.

Ku rela pemergian mu……

Malam ini ku menjadi aneh,
Gerak langkah ku bagaikan terhenti,
Denyutan jantung ku bagaikan terhenti seketika,
Nafas ku kian sesak di saat ini,
Air mata ku mengalir ke bumi di saat ini,
Mengalir tanpa henti,
Di saat ku melihat dirimu sudah tidak bernyawa..
Ku rebah menyembah bumi,
Ku menangis sekuat hati,
Ku memeluk dengan erat,
Ku meraung sekuat hati,
Dirimu kini yang sudah tidak bernyawa…
Ku terima dengan ketentuan Allah yang maha besar,
Ku terima suratan takdir Allah yang maha besar,
Dan ku terima,
Permergian mu dengan setulus hati……….…..

 

Sedihku

Marilah sejenak berhenti
dan mulailah melukis hati dalam hujan
lalu kubisukan beribu kata
di gerimis sendu yang tak terkatakan

Sedihku galau yang remukkan hari
gelapkan langit di gelisah sepi
sampai ujung sayap-sayap letih
gemetar di pijakan tanpa bisa merintih

Bisakah ku muntahkan nyeri
tanpa menyisakan waktu dan harap samar-samar tenang
hanya kuhadirkan seribu gelisah yang bersuara lirih
“hidupku mungkin hanya akan mengenang”

Dalam nyanyian dawai sedih bimbang
bingungkan raga yang terbalut kaca rapuh di jendela jiwaku
lalu….
bagaimana senja yang kan tetap diamkan kisahku?

 

TERIRIS LUKA

Ditengah malam syahdu nan pekat
Ku teringat pada mu, bayangmu
Selalu melintas di kelopak mataku
Ku coba untuk melupakanmu

Namun bayang mu, trus menghampiriku
Sunyiku kau tabur bunga rindu
Kau bagai angin yang sejukkan
Jiwa ragaku…

Namun kini, sia-sia sudah mahligai cintaku
Mimpi indah tiada lagi, sirna terbakar
Kayu arang abu…
Ku coba bertanya pada malam
Dia membisu

Angin berlalupun, tak memberikan
Jawaban,,
Hanya satu yang terucap
Mengapa aku mencintaimu…

Dan mengapa aku terlahir untuk terluka…
Ku sadar, cinta tak harus memiliki
Tapi ku tak bisa, ku tak rela
Mungkin ada yang lebih dariku….

Sampai datang masa pertemukan kita
Untuk kembali, atau terpisah selamanya…
Sungguh hina diriku
Mencintai orang yang tak mencintai ku
Dan takkan pernah menyayangiku..

Mengapa aku di pertemukan denganmu
Musim gugur dihatiku…
Seakan tumbuh bersemi
Titian cintaku pupus begitu saja

Tiadakah iba dihati mu…
Tiadakah rasa ntuk ku….
Kau berlalu menuju impian mu yang baru..

Rinduku sudah kau lara…
Sayang ku kini t’lah kau buang
Mungkinkah aku tercipta
Hanya untuk disakiti dan dihina???

Apakah ini suatu cobaan untukku??
Apakah ini suatu goresan hati yang luka??
Yang tak bisa sembuh
Walau penawar vdari mana pun…

Semoga kau bahagia
Tanpa sosok bayanganku…

 

Tak Pernah Bersatu

Tak terbalas
Tak terjawab
Seperti berbicara kepada rembulan
Yang telah mengedari bumi
Seperti berkata kepada matahari
Yang harus mengelilingi bima sakti
Sendiri-sendiri
Seperti galaksi
Yang saling menjauhkan diri

Jagat raya adalah satu
Namun ada yang ditakdirkan tak pernah bersatu
Kau dan aku

 




Bookmark the permalink.