Puisi Keindahan Alam

Puisi Keindahan Alam, Keindahan alam dinegara kita memang sudah tidak diragukan lagi bahkan sudah populer di dunia beberapa diantara pemandangan alam indonesia baik itu laut, gunung maupun laut. Puisi Pemandangan Alam adalah salah satu yang menuangkan keindahan alam kedalam tulisan dan tersusun dari kata kata yang indah, nah untuk postingan kali ini web yang berisi kumpulan kata mutiara ini mau menyajika bacaan puisi-puisi keindahan alam untuk para pembaca, biasanya kita menikmati keindahan alam saat kita libur atau akhir pekan didaerah disekitar kita memang banyak sekali pemandangan alam yang kita bisa nikmati nah untuk itu marilah kita jaga sama-sama kekayaan alam kita dari pribadi sendiri dimulai dari hal-hal kecil seperti jangan buang sampai sembarangan, menanam pohon untuk menjaga penghijouan, dll kita sudah sepatutnya berbuat bijak terhadap alam dan misal ada orang yang mau merusak alam dan melanggar aturan aturan yang ada baiknya  kita meberikan nasihat berupa kata kata yang bijak tentunya dengan cara yang sopan. bagi pembaca yang sangat suka dengan sastra puisi berikut adalah beberapa Puisi tentang Keindahan Alam :

 

“Keindahan Alam Indonesia”

Saat aku membuka mataku,

ku tak percaya bahwa itu nyata

Aku masih berfikir, bahwa aku masih bermimpi

Tetapi aku sadar bahwa keindahan itu benar-benar ada di depanku

Sungguh indah kepulauan ini

Ribuan pulau-pulau berjajar membentuk gugusan pulau yang indah

Gunung-gunung berbaris dari ujung barat ke ujung timur

Samudra luas membentang dengan air yang biru

dan berisi keindahan di bawahnya

Aku bangga menjadi anak Indonesia

Aku berjanaji aku akan menjagamu

“Karya : no name”

 

“Keindahan Alam Laut Indonesia”

Saat matahari terbit
aku langsung terbangun
Aku melihat pemandangan pantai begitu indah
Pantai berpasir putih nan lembut
Ombak berkejaran
membuat orang tertarik bermain dengannya
Kerang di pasir putih
membuatku ingin mengambilnya

Tapi saat ini
Aku melihat pantai telah rusak
Pasir yang putih menjadi kotor
Ombak-ombak yang bersih menjadi kotor
Kerang yang berserakan menjadi habis diambil manusia

Siapa yang merusak semua ini?
Sepertinya manusia yang sudah merusak semua ini
Aku yakin suatu saat nanti
mereka akan sadar bahwa semua yang mereka lakukan
telah merusak pantai-pantai kita semua

“Karya : no name”

 

Keindahan Alam

Batapa indahnya alam ini
Laut berombak-ombak
Awan berarak-arak
Udara segar bertiup-tiup

Aku berdiri di atas guning,
Berdiri di bawah langit
Untuk melihat keindahan alam,
Keindahan dunia

Aku mempertaruhkan nyawa,
bertahan diri di atas guning
Demi melihat keindahan alam
keindahan ciptaan Tuhan

“Karya : no name”

 

Puisi Alam
mesranya sapaan angin
menjamah tubuhku yang gersang
terbangkan semua kegersangan

cakrawala tampil cemerlang
berselendang pelangi
bumbui kemegahan alam

gemuruh ombak berkejaran di pantai
perjuangan yang tiada putus
sempat bangkitkan semangatku
nyalakan nyaliku
dari tidur panjangku

hamparan hijau tergelar
berpagar sungai peluntur kelelahan
berdinding gunung perkasa
tegar menyongsong zaman

kulahap kenikmatan yang hadir
dengan segenap inderaku
keindahan alam begitu sempurna
sulit tergambarkan lewat taburan kata
istana raya penuh kedamaian
kandung selaksa kasiat
ubat penolak duka
pendobrak kepengapan

gema alunan burung bervokal
serukan tembang kedamaian
keantero jagat gemerlapan
peredam gejolak emosi
peluruh keangkuhan

sekeluarga kelinci berpesta
diatas permadani hijau
berselimut kebahgiaan

panoramanya alam kian gemilang
matapun enggan berlalu
serasa berenang di telaga kedamaian

“Karya : no name”

 

Sabda Bumi

Belum tampak mendung merenung bumi
Seberkas haru larut terbalut kalut dan takut
Terpaku ratap menatap Jiwa-jiwa penuh rindu
Hangatkan dahaga raga yang sendu merayu

Bulan tak ingin membawa tertawa manja
Kala waktu enggan berkawan pada hari
Saat bintang bersembunyi sunyi sendiri
Terhapus awan gelap melahap habis langit

Bulan memudar cantik menarik pada jiwa ini
Hitam memang menang menyerang terang
Tetapi mekar fajar bersama mentari akan menari
Bersama untaian senandung salam alam pagi.

Permainya Desaku

Padi mulai menguning
Mentari menyambut datangya pagi
Ayam berkokok bersahutan
Petani bersiap hendak kesawah

Padi yang hijau
Siap untuk di panen
Petani bersukaria
Beramai-ramai memotong padi

Gemercik air sungai
Begitu beningnya
Bagaikan zamrud Khatulistiwa
Itulah alam desaku yang permai.

“Karya : no name”




Artikel Yang Menarik Lainnya :
Bookmark the permalink.